Selasa, 05 Maret 2013

Menunggu.....

Ketika perpisahan menjadi pertemuan yang tertunda.

Ngga selamanya perpisahan menjadi hal yang harus ditakutkan. Ada kalanya perpisahan adalah hal awal mula dari keabadian. Apakah semua perpisahan tidak boleh ditunggu? kalo kata orang sih yaa 'kalau udah udah pisah ngapain ditungguin~ emang yang udah pergi bakal balik lagi~'

Tapi gimana sama orang yang udah ditinggalin tapi dia bisa setia buat nunggu? Bahkan rasa yang harusnya udah ngga ada aja masih rapih dia simpen tanpa ternodai sedikitpun.

***

"Duuhhh... ngga usah jambak-jambak deh." kata Taca sambil merapikan rambutnya yang daritadi diacak-acak sama Reno. Reno hanya tersenyum setiap melihat Taca kesal karena rambutnya berantakan.

Taca memiliki rambut yang panjang, hitam dan tebal. Banyak cewek-cewek dikelas yang yang suka dan ingin memiliki rambut seperti Taca. Cowok-cowok pun banyak yang terpesona dengan rambut indah Taca.

"Pulang sekolah kita mau main kemana nih?" tanya Reno pada Taca. "Aku mau langsung pulang ada ah, lagi males main. Lagian juga besok banyak PR kan." kata Taca sambil menunjukan catatan PR-nya. "Tumben banget sih nolak. Biasanya aja walaupun banyak PR ngga pernah nolak ajakan aku." kata Reno sambil memasang wajah sedih. Taca hanya tersenyum dan memberikan tanda peace.

Kebiasaan buruh mereka itu setiap pulang sekolah selalu saja pergi dulu sebelum pulang kerumah. Dan daridulu Taca memang ngga pernah nolak setiap ajakan Reno. Entah kenapa untuk kali ini Taca menolak ajakan Reno untuk main.

***

Pagi ini Taca sedang bersemangat untuk datang kesekolah karena hari ini adalah hari ulangtahun Reno. Pagi-pagi buta dia udah menyiapkan kado dan kue ulangtahun untuk Reno. Bahkan pukul 05:30 pun dia sudah sampai disekolah untuk sedikit menghias kelas dann menuliskan kata-kata 'Happy Birthday' di papan tulis.

05:45. . .06:00. . .06:15. . .06:30. . .bel. . .

Ngga biasanya jam segini Reno belum dateng, apalagi dihari ulangtahunnya. Udah hampir 5 tahun mereka sekelas dan berteman dekat. Jadi Taca sangat tahu bagaimana Reno dan sebaliknya.

"Heemm.. mungkin dia bosen setiap tahun selalu dikasih kejutan terus. Mungkin kali ini dia kali yaa yang mau ngasih kejutan ke aku." kata Taca pada dirinya sendiri.

Dari jam pelajaran pertama sampai ke jam istirahat pertama belum ada tanda-tanda dari Reno. Yang tadinya Taca sangat bersemangat dengan hari ini, semakin lama semangatnya selalu berkurang termakan oleh waktu.

"Ngga ada Reno kayaknya sepi banget yaa kelas. Kemana sih dia?" Kata Taca sambil melihat ke HP-nya, berharap ada SMS atau telfon dari Reno.

Sampai bel pulang dibunyikan, kedatangan bahkan kabar dari Reno tidak ada. Akhirnya Taca memutuskan untuk kerumah Reno sepulang sekolah nanti.

***

"Reno. . .Reno. . ." panggil Taca sambil membunyikan bel rumah Reno. Rumahnya sepi, tidak terlihat ada orang didalam. Kalau di dalam tidak ada orang berarti Reno kemana dong? Masa kalau pergi ngga bilang atau pamit dulu sih.

"Ih Reno kemana sih~ Jahat banget pergi ngga bilang-bilang." gerutu Taca didepan pagar rumah Reno. Sebelumnya, ngga pernah Reno pergi tanpa izin dulu ke Taca.

Kenapa belakangan ini banyak banget hal-hal aneh yang ngga biasa dilakuin jadi sering dilakuin? Sesampainya dirumah, Taca langsung menuju kekamar dan segera menghubungi Reno.

tuuttt....tuuuttt....ttuuuttt....
Tigakali Taca mencoba menghubungi nomor Reno tapi tidak ada jawaban sama sekali. "Aduh Reno...angkat dong telponnya." gerutu Taca sambil berjalan ke balkon kamar.

***

1 minggu....1 bualn....1 tahun....2 tahun....

Reno, gimana kabar kamu? Kalau aku sih udah jelas baik-baik aja:p Ohiya gimana sekolah kamu yang sekarang? Masih betah ngga sekolah disana tanpa aku?:p hahah Tadi disekolah, aku udah ngasih surprise loh ke kamu. Kayak biasa, dateng pagi, bawa kue sama kado kekelas:) HAPPY BIRTHDAY RENO...... semoga dihari ulangtahun kamu yang ke-16 ini kamu bisa bales semua sms, e-mail ataupun menelpon aku. Bahkan aku harap kamu bisa dateng kerumah aku dan menjelaskan semuanya:) Amiiinnn~ Aku harap kamu merasakan apa yang aku rasakan

Sudah melewati 2x ulangtahun dia dan ulangtahunku tapi, selama itu juga belum ada kabar darinya. Bahkan disaat ulangtahunku dia tidak memberikan ucapan selamat sedikitpun. Hanya sma, e-mail dan mencoba menelpon yang bisa dilakukan Taca untuk mencari tahu kabar dan keberadaan Reno.

Selama dua tahun aku menunggu dan selama 2 tahun juga aku menjaga rasa ini. Hampir 5 tahun bersahabat, ternyata rasa yang awalnya tidak ada semakin hari semakin datang menghampiri dan tersimpan selama 5 tahun. Dan sekarang aku menyadari bahwa rasa yang aku rasakan ini memang nyata dan ada.

***

2 tahun 5 bulan.........
Menunggu adalah hal yang paling membosankan. Daannn mempertahankan rasa adalah hal tersulit yang pernah aku rasakan. Bahkan kepastian adalah hal yang paling ditakutkan ketika berada diketidakpastian.

Sekarang aku dihadapkan pada 2 pilihan tersulit soal hati. Menurutku ini tidak boleh menjadi sebuah pilihan. Apakah cinta harus memilih? entahlah~ Tapi ini yang sedang aku rasakan. Kenapa cinta ngga datang ketika orang itu masih ada didekat kita? Kenapa cinta terasa hilang ketika orang itu jauh?

"Udah deh Ca, mending lu lupain aja tuh si Reno Reno itu. Sekarang dia ada dimana aja lu ngga tau kan. Apalagi rasa yang lu rasain. Emang lu ngga capek apa mempertahankan rasa yang belum tentu dia rasain juga? Apa lu yakin dia punya rasa yang sama kayak apa yang lu rasain?" kata Lena, sahabat Taca.

"Ya terus aku harus apa? Rasa itu susah buat dipilih. Milih buat ngelupain atau mempertahankan tuh susah. Ngga bisa dilupain atau dipertahanin begitu aja. semuanya butuh proses dan waktu, proses dan waktunya juga ngga bakal sebentar." jawab Taca.

Setelah itu mereka hanya saling bertatap-tatapan dan Lena hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala atas jawaban apa yang keluar dari mulut Taca.

***

Mungkin kamu udah bosen baca e-mail atau sms dari aku terus. Tapi aku ngga akan pernah bosen kok walaupun hanya sekedar menanyakan keadaan dan kabar dari kamu. Sampai sekarang aku masih belum tau kamu dimana dan gimana kabar kamu sekarang. Aku kangen kamuRen, aku kangen main sama kamu, aku kangen kamu nemenin aku kemana pun yang aku mau. Aku kangen kamu yang dulu, kangen kamu yang nyata yang ada disamping aku sekarang Ren.. Aku harap kamu merasakan apa yang aku rasakan

"Taca masih aja nih ngirim e-mail ke lo." kata Irvan, teman baru Reno. "Dia emang gitu orangnya, setia sama sesuatu yang udah dia sukain." balas Reno sambil mengedipkan sebelah matanya. "Terus kalo lo tau dia orang yang setia kenapa lo ngga pernah bales e-mail atau sms dari dia? Lo ngga kasian apa sama dia?" tanya Irvan.

Reno hanya terdiam, mecoba memikirkan jawaban dan alasan untuk pertanyaan Irvan. "Heemm kalau soal itu, gua cuma ngga mau dia tahu kalau gua sakit dan sekarang ada di Prancis. Gua ngga mau dia jadi tambah khawatir sama keadaan gua. Lagian seminggu lagi gua kan pulang ke indonesia. Kalau dia emang setia, dia bakal nungguin gua kok." jawab Reno.

"Emang kalo lo udah pulang ke Indonesia lo mau ngapain? Apa disaat lo udah  pulang semuanya ngga terlambat? Kan lo ngga tau disana tuh sekarang keadaannya gimana." balas Irvan. Reno hanya tersenyum mendengar semua yang diucapkan Irvan.

***

2 minggu kemudian........
Ting....Teng.... suara bel rumah Taca terdengar sampai kekamar Taca. "Aduh siapa sih pagi-pagi udah mencetin bel terus." oceh Taca dari dalam kamarnya. Karena sekarang hari Minggu jadi Taca punya jadwal tidur yang tidak boleh dilanggar. Kalau ada hal yang mengganggu jadwal tidurnya, dia bakal marah dan bisa unmood seharian.

"Apa sih nih? tumben banget ada paket segede gini. Siapa yang mesen lagi?" kata Taca pada dirinya sendiri. Kemudian Taca langsung membawa paket itu ke kamar lalu membuka paket yang tidak tahu siapa yang mengirim atau memesannya.

Setelah paket itu dibuka Taca terdiam melihat apa yang ada dihadapannya sekarang. Dan kata-kata itu yang membuatnya lebih heran dan terpaku.

Dihadapannya sekarang terlihat gambar menara eiffel yang lumayan tinggi. Gambar itu diambil pada sore hari yang sangat indah dan mempesona. Menara eiffel itu terlihat cantik dibawah langit yang berwarna orange. Disudut bawah gambar itu terdapat kata 'Teruntuk Taca'

Diatas gambar itu terdapat sebuah kalimat yang sepertinya adalah jawaban dari pertanyaan hatinay selama ini. Disitu tertuliskan 'Aku Sangat Merasakan Apa Yang Kamu Rasakan.' Setelah membaca kalimat itu pikiran Taca hanya tertuju pada Reno, yaa Reno. Hanya kepada Reno, Taca memberikan kalimat yang mirip seperti itu.

Tidak lama kemudian Taca mendengar suara lemparan batu pada jendela kamarnya. Dengan sigap Taca langsung menuju balkon dikamarnya dan menghapus air matanya yang tadi sempat terjatuh.

Ketika Taca melihat kebawah, dia melihat seorang cowok dengan postur tubuh tinggi, memiliki kulit putih dan mata yang indah sedang menatap Taca dan tersenyum manis. "Reeeennnooo..........." teriak Taca dari balkon kamarnya.

Disaat itu juga Taca langsung berlari keluar rumah menuju ke halaman rumahnya. Disitu Reno telah menunggu dengan tubuh tegapnya yang langsung dipeluk oleh Taca dengan erat seakan tidak ingin kehilangan (lagi). Reno pun membalas pelukan Taca dan mengacak lembut rambut Taca.

"Aduh Taca..... kamu lebay deh sekarang, cup....cup....cup...." kata Reno. Taca tidak mampu membals kata-kata Reno. Tangisannya yang malah semakin lantang dan terisak-isak.

"Udah Taca... udaahh, nangis mulu yaa sekarang kerjaannya." ledek Reno ketika mereka sudah duduk diruangtamu rumah Taca. "Terserah deh kamu mau ngomong apa. Intinya kamu tuh orang terjahat yang pernah aku kenal." kata Taca kemudian.

"Maaf deh maaf." kata Reno sambil menundukkan kepalanya. "Permintaan maaf di-to-lak." kata Taca sinis. "Yah masa ngga mau maafin aku sih. Kalo gini mah jadi kamu yang jahat dong." kata Reno dingin.

"Kalo aku jahat, aku ngga bakal ngirim e-mail atau sms kamu setiap hari. Aku ngga akan nungguin kamu dan aku ngga akan milih buat memper....." ucapannya terhenti ketika tiba-tiba Reno memeluknya. "Mempertahankan rasa yang seharusnya udah ngga ada sejak lama." kata Reno menlanjutkan perkataan yang belum selesai Taca ucapkan.

"Ca, digambar menara eiffel itu udah jelas aku tulis. Dan itu rasa yang selama ini aku rasain." kata Reno.

"Kalau itu rasa kamu, kenapa kamu ngga bales atau sekedar ngasih kabar ke aku selama ini?" tanya Taca.

"Kalo kamu mau aku ngejelasin semuanya, aku akan ngejelasin..........." Reno pun menjelaskan semuanya, mulai dari dia kemana selama ini, kenapa dia ngga pernah bales sms atau e-mail dari Taca, apa yang terjadi sama dia, sampai rasa yang dia alami selama ini.

"Kenapa kamu ngga pamit ke aku dulu sebelum kamu pergi?" tanya Taca setelah Reno menceritakan semuanya. "Aku ngga mau kamu khawatir sama keadaan aku." jawab Reno.

"Dengan cara kamu ngga ngasih kabar ke aku, itu malah bikin aku tambah khawatir sama kamu tau." balas Taca.

"Kamu masih mau mempermasalahkan ini? Udah sih Taca, aku capek tau daritadi ngejelasin panjang lebar ke kamu tapi kamunya masih nanya terus gini. Aku baru pulang loh." kata Reno lesu.

"Yaudah....yaudah....yaudah...." kata Taca jutek. "Taca jelek nih sekarang. Udah cerewet, ngambekan lagi. Tuh liat tuh, jelek banget iihh~" ledek Reno lagi.

"Bodoamat. Mau jelek kek mau apa kek yang penting banyak yang suka." kata Taca sambil menjulurkan lidahnya.

"Yakin nih banyak yang suka?" tanya Reno. "Yakin dong, kenapa harus ngga yakin." jawab Taca. "

"Heemm... setau aku sih yaa, tapi ini setau aku doang loh. Hem.. kamu tuh masih stuck di aku deh keliatannya~ hayoo ngaku aja deh yang ngga bisa move on dari seorang Reno. Berarti ngga ada yang bisa gantiin aku dihati kamu dong yaa? aduuhhh kamu so sweet banget sih Taca." kata Reno sambil mencubit kedua pipi Taca.

***

Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa. Reno selalu main kerumah Taca, pulang sekolah bareng dan main bareng karena mereka sudah satu sekolah lagi. kedatangan Reno memberikan lembaran baru yang tergoreskan tinta indah disetiap hari-hari Taca. Dan yang membuat lebih indah adalah..... penantian dan rasa yang dirasakan oleh Taca sudah terbalaskan dengan orang yang selama ini dia tunggu.

Ternyata ngga selamanya loh menunggu itu menjadi hal yang dibenci, membosankan dan menyakitkan. Kitanya aja yang kurang sabar kalo lagi nunggu. Padahal dibalik kata menunggu tersimpan kata bahagia yang akan datang disaat kita bener-bener butuh kebahagiaan itu.

Semakin lama menunggu, semakin banyak kesabaran yang dibutuhkan maka semakin besar juga peluang kita untuk mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan. Jadi, jangan salahkan kata menunggu ketika kita memang diharuskan untuk menunggu. Menunggu adalah belajar menjadi setia, biar kalau kesetiaan itu datang, kalian tidak usah takut lagi untuk menunggu.


S E L E S A I

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar